Printerous, Tempat Cetak Roll Up Banner Online Favorit UMKM

Printerous, Tempat Cetak Roll Up Banner Online Favorit UMKM
Others

Setelah gerakan 100.000 UMKM Go-Online diumumkan, antusias masyarakat pun bertambah. Tahun 2020 ini, kemungkinan UMKM yang go-online lebih dari 10 juta. Sebagai platform cetak roll up banner online, Printerous pun tak ketinggalan. Startup yang ditukangi oleh Kevin Osmond ini menyediakan beragam kemudahan untuk UMKM. Apa sajakah?

  • Printerous Bermitra dengan Lebih dari 250 Percetakan

Bertindak sebagai platform B2B rupanya memberikan berkah tersendiri. Baik untuk penyedia jasa percetakan maupun pelaku UMKM. Jumlah 250 lebih percetakan yang digandeng oleh Printerous tidak hanya berpusat pada satu tempat saja. Akan tetapi tersebar ke 20 kota besar di Indonesia. Mulai dari Pulau Kalimantan, Sumatera, Bali, Jawa, hingga Sulawesi.

Maklum, selama ini UMKM yang go-online lebih banyak yang berasal dari kota daripada desa-desa. Dengan adanya kerja sama tersebut, maka distribusi hasil cetakan jadi lebih cepat. Para UMKM pun bisa pesan roll up banner via online secara custom. Setelah mencapai kata sepakat, tinggal menunggu proses cetak selesai. Sederhana dan praktis.

  • Kualitas Tetap Diutamakan oleh Printerous

Kalau dihitung-hitung, jumlah percetakan yang ada di kota-kota besar jelas bisa ribuan atau lebih. Baik percetakan kecil, menengah, ataupun kelas kakap. Berhubung peran Printerous sebagai penghubung, maka mitra yang digandeng tetap harus melewati proses selektif. Tujuannya agar hasil cetakan sesuai dengan keinginan pelanggan dari UMKM.

Bagaimana cara Printerous menyeleksi percetakan yang akan digandeng? Mula-mula, pihak Printerous membuat daftar poin-poin kriteria. Kemudian tim startup melakukan kunjungan dan tes cetak atau proof-printing. Dengan begitu, maka dipastikan bahwa percetakan yang diajak kerja sama bukanlah sembarangan. Tujuannya agar tidak merusak brand nantinya.

  • Mulai Tahun 2019, Layanan Diperluas ke Negara ASEAN

Pada tahun 2018, rupanya pertumbuhan startup ini mencapai 300%. Luar biasa memang. Meskipun perkembangannya begitu pesat, namun Printerous tetap mengutamakan produk-produk untuk segmen B2B. Misalnya packaging, kebutuhan kantor, serta marketing material. Dengan adanya perluasan layanan, maka dipastikan bahwa mitra percetakan pun bertambah.

Kabar bagus ini pasti sudah dinanti-nantikan oleh pelaku UMKM Indonesia yang berdomisili di luar negeri. Terutama di wilayah Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan pengguna lebih dari 35 ribu, Printerous optimis di tahun 2020 ini bisa menggaet pelanggan lebih banyak lagi. Demi UMKM, Printerous juga rajin mengadakan seminar, pelatihan, serta workshop.

  • Proses Percetakan Roll up Banner-nya Sangat Transparan

Kalau ingin mencetak roll up banner via Printerous itu caranya bagaimana? Gampang kok. Anda hanya perlu mengunjungi laman https://printerous.com/id/roll-up-banners. Setelah masuk, silakan pilih produknya. Kemudian tentukan desain dan lakukan pembayaran ketika sudah oke. Setelah jadi, hasil cetakan langsung dikirim ke alamat Anda.

Jangan lupa untuk mengisi kolom jenis bahan, alamat pengiriman, plus memilih ukuran produk. Untuk membuat akun di Printerous sangat mudah kok. Cara-caranya mirip dengan pembuatan akun di media sosial, e-mail, dan sebagainya. Soalnya kalau tidak login lebih dahulu, Anda akan terhalang untuk menikmati kemudahan fasilitas cetak roll banner tersebut.

  • Printerous Mendapatkan Pendanaan Seri A dari 4 Investor

Setelah mendapatkan pendanaan dari GDP Venture, Gobi Agung, BAce Capital, dan AddVentures, jelas startup ini akan meningkatkan layanan secara besar-besaran. Dampaknya tentu akan dirasakan oleh UMKM di seluruh Indonesia. Bahkan pada tahun ini, Printerous menargetkan distribusi hasil cetakan ke 30 kota di Indonesia. Tidak lagi hanya 20 kota.

Kebutuhan akan cetak roll up banner online bagi para UMKM sangatlah tinggi. Dengan keterbatasan biaya, diharapkan fasilitas ini bisa menyaingi iklan-iklan yang ada di sosial media ataupun televisi. Toh dari hari ke hari semakin banyak juga orang yang lebih suka dengan strategi pemasaran secara natural daripada lewat iklan.

shares