Berikut Fase Menstruasi yang Dialami Wanita dalam Siklus Normal

Fase Menstruasi
Kesehatan

Menstruasi menjadi fenomena sistem tubuh yang dialami oleh setiap wanita. Hal ini terjadi karena proses peluruhan dinding rahim akibat tidak terjadinya proses pembuahan sel telur yang telah matang di dalam rahim. Dalam perjalanan sel telur, terdapat beberapa fase hingga akhirnya dapat terjadi secara teratur setiap bulannya. Fase menstruasi ini terdiri dari 4 tahapan, setiap wanita harus memahaminya agar siap ketika menghadapi efek perubahan fisik dan emosi ketika melaluinya. Begitupun dengan pria, informasi berikut ini penting untuk diketahui agar Anda bisa mengambil sikap paling tepat saat menghadapi pasangan di tiap fase yang dialaminya:

  • Fase haid

Tahapan ini disebut juga fase perdarahan. Biasanya, proses ini terjadi selama 1-7 hari. Terjadi karena dinding rahim mengalami peluruhan akibat tidak adanya pembuahan. Perut akan mengalami kram atau nyeri akibat terjadinya kontraksi. Hal tersebut masih wajar jika sakit yang dialami tidak berlebihan. Kondisi fisik wanita di tahapan menstruasi berada pada titik paling rendah. Ia akan kehilangan banyak tenaga. Dalam beberapa kasus wanita haid akan merasa lemas, pegal-pegal, dan pusing bahkan sampai keringat dingin. Untuk mencegah kehilangan banyak tenaga, perbanyak makanan dengan kandungan magnesium dan zat besi, dan perbanyak air putih.

  • Fase Folikular

Fase kedua yang dialami rahim adalah folikular. Pada tahapan kedua ini kelenjar pituitari (hipofisia) pada otak akan melepaskan hormon yang dikenal dengan sebutan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Yakni senyawa kimia yang diproduksi tubuh untuk mengatur perkembangan filokel (kantungkecil) sampai menjadi sel telur matang. Jika folikel ini matang, maka ia akan menstimulasi rahim agar membentuk jaringan lunak juga lapisan pembuluh darah endometrium. Fase folikular terhitung sejak hari pertama haid sampai hari ke 13. Pada tahapan ini hormon estrogen dan testosteron mengalami kenaikan, ini juga berdampak pada mood wanita yang membaik. Hormon estrogen ini juga yang memberi sinyal ke otak agar FSH berhenti diproduksi, dan mengubah produksi menjadi lebih banyak hormon LH.

  • Fase Ovulasi

Tahapan dalam siklus menstruasi berikutnya adalah puncak kera keras tubuh. Yakni ovulasi. Hormon LH (Luternizing Hormone) yang diproduksi akan membantu proses pelepasan sel telur yang matang menuju tuba fallopi (bertahan antara 12-24 jam) dan kemudian turun ke rahim. Di tahapan ini mood seorang wanita berada pada puncaknya karena hormon estrogen dan testosteron akan mengalami kenaikan drastis. Fase menstruasi ovulasi sering juga disebut sebagai masa subur.

  • Fase Luteal

Fase keempat ini terjadi di hari ke 15 pada siklus 28 hari. Di tahapan inilah terjadinya PMS atau premenstrual syndrom. Suatu tahapan mengerikan bagi wanita yang akan mengalami penurunan drastis mood. Tak heran karena hormon estrogen dan testosteron juga mengalami penurunan, terjadinya berbagai gejala yang tidak mengenakkan seperti sakit perut, pegal-pegal, kembung, emosi, seringnya lapar dan tinggi keinginan untuk konsumsi makanan berkarbohidrat. Luteal berakhir sampai terjadinya peluruhan dinding rahim akibat tidak adanya proses pembuahan sel telur.

Idealnya, ke-empat fase menstruasi yang dialami rahim seorang wanita berada di angka 28-35 hari. Jika kurang dari 21 atau lebih dari 35 hari, maka Anda perlu waspada, selalu catat siklus menstruasi bulanan Anda untuk tetap memantau keteraturan siklus yang dialami. Ciri lain dikatakannya siklus tidak normal adalah pendarahan (haid ) yang berlangsung lama sampai lebih dari 15 har, tidak haid berbulan-bulan bukan karena alasan hamil, dan terdapat gumpalan darah haid berukuran lebih dari 2,5 sm. Namun, setiap wanita mengalami siklus yang berbeda-beda. Segera konsultasi ke dokter jika dirasa ada ketidakwajaran siklus menstruasi Anda.

shares