Apakah Itu Susu Soya? Ketahui Manfaat dan Efek Sampingnya Jika Dikonsumsi

Apakah Itu Susu Soya? Ketahui Manfaat dan Efek Sampingnya Jika Dikonsumsi
Kesehatan

Susu kedelai atau yang dikenal juga sebagai susu soya biasanya dijadikan alternative bagi mereka yang alergi susu sapi atau kambing. Tidak heran jika ada anak-anak di atas satu tahun yang peralihan dari ASI ke susu, diberikan konsumsi susu kedelai karena memiliki alergi dengan susu biasa. Bahkan para vegetarian juga mengonsumsi susu ini karena tidak mengandung protein hewani. Namun, ada apa sebenarnya dengan susu kedelai sampai bisa dijadikan semacam pengganti susu sapi?

Susu Soya Memiliki Nutrisi yang Cukup Banyak dan Lengkap

Apabila Anda bukan termasuk yang alergi dengan susu sapi, Anda juga bisa mencoba untuk melengkapi nutrisi dengan meminum susu soya. Susu soya mengandung mineral seperti vitamin C, zat besi, thiamine, folate, zinc, mangan, dan potasium. Namun, karena filatrat pada susu soya dapat memengaruhi penyerapan kalsium pada tubuh, sebaiknya tetap perhatikan kebutuhan kalsium Anda dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium. Apalagi jika Anda atau anak Anda tidak mengonsumsi susu sapi sama sekali.

Manfaat Susu Soya bagi Kesehatan

  • Susu soya untuk kesehatan jantung

Sebagai susu dari bahan nabati, susu soya tidak mengandung lemak jenuh, malah susu ini memiliki lemak tak jenuh serta non kolesterol yang baik dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. Selain itu, kandungan asam lemak mono serta polisaturate dalam susu soya juga dapat menghambat penyerapan kolesterol di dalam darah. Inilah mengapa konsumsi teratur susu soya sangat  baik untuk mereka yang kelebihan kolesterol

  • Susu soya untuk anti karsinogen

Mengonsumsi susu soya juga dapat membuat hormone seperti estrogen stabil. Hal ini karena susu soya memiliki kandungan fitoestrogen yang juga berguna untuk penghambatan produksi testosterone. Meskipun dengan berkurangnya testosterone dapat mengurangi risiko kanker prostat, tetapi akan berpengaruh pada keinginan seksual pria jika dikonsumsi terlalu banyak. Jadi sebaiknya perhatikan konsumsi susu soya ini.

  • Susu soya mengurangi risiko osteoporosis

Susu soya, memang seperti pedang bermata dua. Kandungan fitoestrogen pada susu soya memang dapat menyelaraskan penyerapan kalsium, tetapi juga dapat menghambat penyerapannya jika terlalu banyak dikonsumsi. Penyelarasan kalsium sangat bagus untuk mengurangi risiko kerapuhan atau patah tulang pada wanita yang sudah menopause, sehingga baik dikonsumsi wanita yang sudah memasuki masa-masa menopause yang hormone tubuhnya sedang mengalami banyak perubahan.

  • Susu soya untuk menurunkan risiko obesitas

Dibandingkan susu sapi, susu soya memang memiliki kalori yang jauh lebih sedikit. Seperti yang kita tahu, penderita obesitas biasanya bermasalah dengan kelebihan kalorinya sehingga harus melakukan diet dengan bantuan dokter untuk mengembalikan bentuk tubuhnya. Oleh sebab itu, biasanya susu kedelai ini lebih disarankan untuk dikonsumsi jika ingin meminum susu. Terlebih, susu kedelai memiliki kandungan isoflavon yang dapat menghambat pembentukan jaringan lemak. Tidak heran jika susu kedelai sering diminum orang yang sedang diet.

Efek Samping dari Susu Soya

Susu soya memang memiliki sejuta manfaat, tetapi konsumsi berlebihan dapat membuat beberapa masalah untuk tubuh. Antara lain dapat memengaruhi gairah seksual pria, tidak cocok dikonsumsi oleh penderita kanker payudara karena isoflavon di dalamnya bukanlah esterogen alami. Meskipun mengandung sejumlah kalsium, tetapi kandungannya tidak sebanyak susu sapi sehingga masih harus disokong makanan lain yang tinggi kalsium.

Susu kedelai juga memiliki kandungan goitrogens yang dapat menghambat fungsi maksimal kelenjar tiroid, yang artinya dapat meningkatkan risiko penyakit gondok. Oleh sebab itu, meskipun susu ini baik untuk kesehatan, konsumsinya pun perlu diperhatikan dengan saksama.

shares